Upacara Hari Santri Nasional : Mengukuhkan Peran Santri untuk Bangsa dan Agama

Pada tanggal 22 Oktober 2024, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an ABI-UMMI menyelenggarakan upacara memperingati Hari Santri Nasional yang berlangsung di area terbuka pesantren. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri dan pengajar yang dengan khidmat mengikuti jalannya upacara.

Bertindak sebagai pembina upacara, Abi Sugiyanto, selaku pembina Yayasan Abi-Ummi, menyampaikan amanat tentang pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan bangsa dan memperjuangkan agama. Dalam amanatnya, Abi Sugiyanto menekankan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan Indonesia yang berakhlak, cendikiawan, dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Ia juga mengingatkan para santri untuk senantiasa menyeimbangkan ilmu agama dan wawasan kebangsaan, karena keduanya merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi penerus yang kuat dan berdedikasi.

Upacara tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, memperkuat semangat kebangsaan serta keagamaan di kalangan para santri PPTQ ABI-UMMI.

 

Silaturahmi Penulis Buku Api Sejarah ke PPTQ ABI-UMMI

 

 

Pada Rabu, 16 Oktober 2024, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an ABI-UMMI mendapatkan kehormatan dengan kedatangan tamu istimewa, yaitu Prof. Dr. Ahmad Mansur Suryanegara, penulis buku legendaris Api Sejarah. Dalam kunjungan silaturahmi ini, keluarga besar Yayasan ABI-UMMI beserta seluruh santri menyambut dengan hangat kehadiran pakar sejarah perjuangan ulama dan santri di Nusantara tersebut.

Dalam penyampaiannya yang penuh inspirasi, Prof. Ahmad Mansur mengajak para santri untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan kehidupan, baik dalam proses belajar maupun dalam usaha meraih cita-cita. Beliau menekankan bahwa hanya dengan mengingat Allah dan tawakal, seseorang akan mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya.

Jika anda mau masa depan bagus, harus sering-sering mendengarkan petunjuk Allah

Selain itu, beliau juga menanamkan pentingnya ilmu sabar. Menurut beliau, sabar adalah kunci dalam menuntut ilmu dan meraih kesuksesan. “Tanpa sabar, perjalanan menimba ilmu akan terasa berat,” ungkap beliau. Pesan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk tidak mudah menyerah dalam menempuh perjalanan pendidikan yang panjang.

Pesantren, menurut Prof. Ahmad Mansur, memiliki peran penting sebagai “pengasuh kedua” setelah orang tua dalam membentuk karakter anak. Karena itu, beliau berpesan kepada para santri untuk senantiasa mentaati guru-guru mereka, sebagai bentuk penghormatan dan wujud dari keberkahan ilmu yang mereka terima.

Di akhir acara, Prof. Ahmad Mansur menyampaikan kesan positifnya terhadap PPTQ ABI-UMMI. Beliau mengungkapkan kekagumannya atas kebersihan dan kerapian pesantren ini, serta menganggapnya sebagai lembaga yang luar biasa. Kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh beliau, diikuti oleh seluruh santri dan pengajar yang hadir, menambah khidmat suasana pertemuan tersebut.

Kehadiran Prof. Ahmad Mansur Suryanegara tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga memberi inspirasi besar bagi para santri dan pengajar PPTQ ABI-UMMI dalam menjalani proses pendidikan mereka.