
Pondok Pesantren Tahfidzul Quran ABI-UMMI terus berinovasi untuk mendukung pengembangan kemampuan bahasa santri, salah satunya melalui organisasi Central Language Improvement (CLI). Organisasi ini menjadi motor penggerak dalam menciptakan bi’ah lughawiyah (lingkungan berbahasa) yang kondusif, mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing ke dalam kehidupan sehari-hari santri.
Visi dan Misi CLI
CLI memiliki komitmen kuat untuk membantu santri menguasai bahasa Arab dan Inggris sebagai jembatan menuju dunia global. Berikut adalah visi misi organisasi ini:
- Membangun Habit Berbahasa Asing:
CLI bertujuan menciptakan lingkungan komunikasi aktif dalam bahasa Arab dan Inggris sehingga santri terbiasa menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.
- Meningkatkan Kepercayaan Diri Berbahasa:
Dengan metode pembelajaran yang menarik dan interaktif, CLI membantu santri berbicara bahasa asing dengan lebih mudah dan percaya diri.
- Pembekalan Ilmu Bahasa dari Native Speaker:
CLI menghadirkan pembelajaran langsung dari native speaker untuk memperluas wawasan santri dan memperdalam pemahaman bahasa asing secara autentik.
- Wadah Pengembangan Kemampuan Bahasa:
CLI menyediakan program Coaching Language Study yang dipandu oleh mentor berpengalaman, memberi ruang bagi santri yang ingin meningkatkan keterampilan bahasa mereka lebih lanjut.
Kegiatan CLI
Sejumlah program rutin yang diinisiasi CLI meliputi:
- Daily Speaking Practice: Latihan berbicara harian di asrama dengan topik yang bervariasi.
- Language Vocabulary on Bedroom Wall: Penempelan berbagai macam kosa kata di mading kamar.
- Native Speaker Sessions: Diskusi dan pembelajaran langsung dengan penutur asli.
- Language Coaching: Program mentoring intensif untuk santri setiap hari Sabtu.
Manfaat CLI bagi Santri
Keberadaan CLI memberikan dampak signifikan, di antaranya:
- Membantu santri lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa asing.
- Meningkatkan kemampuan santri dalam berbicara, membaca, dan menulis.
- Memperkuat ikatan sosial melalui kegiatan bersama yang berbasis bahasa.
Komitmen CLI untuk Masa Depan
CLI berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya mampu memahami kitab kuning dan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi global melalui penguasaan bahasa Arab dan Inggris. Dengan semangat dan dukungan penuh dari seluruh civitas pondok, CLI menjadi salah satu pilar penting dalam membangun santri berwawasan luas dan siap bersaing di era globalisasi.
“Bahasa adalah kunci dunia, dan CLI hadir untuk membukakan pintu tersebut bagi setiap santri.”

SMPTQ ABI-UMMI sukses menggelar acara Meet the Foreign Teachers pada Selasa, 21 Januari 2025. Seminar yang menghadirkan lima narasumber dari berbagai negara ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, memperluas wawasan budaya, dan membangun karakter toleransi.
Narasumber Inspiratif
Acara ini menghadirkan:
- Alwy Ahmed (Kenya)
- Basheer Rajeh (Yaman)
- Shakilla Uwase (Rwanda – East Africa)
- Panashe Ndlovu (Zimbabwe)
- Veville Volatabu Nabalarua (Fiji Islands)
Setiap narasumber mengisi sesi berdurasi 60 menit di 19 kelas. Mereka memperkenalkan negara asal, berbagi wawasan budaya, serta mengadakan diskusi interaktif melalui sesi tanya jawab dan permainan kosakata yang menarik.
Atmosfer Positif dan Antusiasme Siswa
Siswa antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa termotivasi untuk lebih giat belajar bahasa Inggris dan memahami keberagaman budaya dunia. Interaksi langsung dengan narasumber asing memberikan pengalaman yang berharga dalam membangun kepercayaan diri siswa dan siswi.
Selain menjadi pengalaman luar biasa bagi siswa, acara ini juga memberikan kesan mendalam bagi para narasumber. Semangat belajar siswa dan keberanian mereka berkomunikasi dengan bahasa Inggris kepada native speakers mendapat apresiasi tinggi.

Melalui kegiatan ini, SMPTQ ABI-UMMI semakin berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan tahfidz, tetapi juga memiliki wawasan global dan sikap toleransi dan aktif dalam kehidupan sosial.

Jumat, 3 Januari 2025, Pondok Pesantren Al-Qur’an menyelenggarakan seminar bertema “Membangun Sekolah Anti-Bullying”. Acara ini menghadirkan Ibu Anniez Rachmawati Musslifah, M.Psi., seorang pakar psikologi pendidikan, sebagai pemateri utama. Seminar tersebut dihadiri oleh para guru, pengurus asrama, dan pengelola pondok dengan antusiasme yang tinggi.
Dalam paparannya, Ibu Anniez menekankan bahwa ruh sekolah terletak pada guru dan murid. Guru diharapkan mampu bekerja dengan senang hati dan menemukan kebahagiaan dalam pekerjaannya. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif.
Beliau juga mengajak para peserta untuk memahami pentingnya keseimbangan antara IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosional), dan SQ (kecerdasan spiritual) dalam mendidik santri. “Ketiga aspek ini saling melengkapi untuk membentuk karakter anak didik yang kuat,” ujar Ibu Anniez.
Selain itu, beliau menjelaskan alasan-alasan mengapa seseorang cenderung melakukan bullying, seperti kurangnya empati atau pengalaman traumatis. Sebaliknya, orang yang menjadi korban bullying sering kali dikarenakan kurangnya rasa percaya diri atau perbedaan tertentu yang membuatnya menjadi sasaran.
Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta mengungkapkan rasa syukur atas ilmu yang diberikan dan berkomitmen untuk menerapkan wawasan yang diperoleh dalam menciptakan sekolah yang bebas dari bullying. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga lingkungan yang ramah dan inklusif semakin terasa di PPTQ ABI-UMMI.
Dengan terlaksananya seminar ini, diharapkan seluruh elemen di pondok dapat bersinergi dalam membangun suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.